Ingin Aktif Lagi Setelah Pandemi
Pada masa kuliah, saya pernah membangun sebuah komunitas menulis bernama Akara Mind, yang secara resmi terbentuk pada 5 Maret 2022. Bagi saya, Akara Mind bukan hanya sebuah komunitas atau platform untuk mempublikasikan tulisan. Ia menjadi salah satu perjalanan yang mengajarkan saya bagaimana sebuah ide sederhana bisa berkembang menjadi sesuatu yang nyata.
Semuanya berawal setelah masa pandemi COVID-19, ketika aktivitas perkuliahan mulai kembali berjalan secara langsung. Setelah cukup lama menjalani kehidupan kampus secara terbatas, saya mulai merasa ingin kembali aktif dan berorganisasi. Saya merasa bahwa masa kuliah bukan hanya tentang mengikuti perkuliahan, tetapi juga tentang menemukan pengalaman, bertemu orang-orang, dan membangun sesuatu di luar ruang kelas.
Kenapa Bukan Bergabung dengan LPM
Saat itu, saya sempat memiliki keinginan untuk bergabung dengan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM). Dunia kepenulisan dan media terasa cukup dekat dengan ketertarikan saya. Namun, setelah melihat kondisi organisasinya, saya merasa aktivitas di sana tidak berjalan seperti yang saya harapkan. Saya juga berpikir bahwa jika bergabung, mungkin ada banyak hal yang harus dibenahi terlebih dahulu.
Dari situlah muncul pemikiran untuk membuat sesuatu sendiri.
Dari Blog Pribadi ke Ide Menulis Bersama
Kebetulan, saat itu saya sudah mulai menulis dan mengembangkan blog pribadi. Saya menikmati proses menulis, mengelola tulisan, hingga mempublikasikan karya di internet. Dari pengalaman tersebut, muncul sebuah ide sederhana: bagaimana jika saya mengajak beberapa teman untuk belajar dan nge-blog bersama?
Saya kemudian mulai mengumpulkan teman-teman yang memiliki ketertarikan yang sama. Pada awalnya, kami hanya berempat: saya, Fiqri, Jofan, dan Nisa. Kami tidak memulai dengan struktur organisasi yang besar atau konsep yang benar-benar matang. Semuanya dimulai dari keinginan sederhana untuk memiliki ruang bersama untuk menulis, berbagi gagasan, dan belajar.
Seiring waktu, Aghnia dan Retno kemudian bergabung. Kelompok kecil kami mulai berkembang dan perlahan memiliki identitas sendiri. Dari proses tersebut, akhirnya lahirlah nama Akara Mind.
Asal Nama "Akara Mind"
Nama Akara Mind merupakan perpaduan antara bahasa Sanskerta dan bahasa Inggris. Akara berarti wujud, sedangkan Mind berarti pikiran. Nama ini menggambarkan gagasan yang ingin kami bawa sejak awal: bahwa setiap pikiran dan ide seharusnya memiliki kesempatan untuk menemukan wujudnya.
Melalui tulisan, gagasan yang awalnya hanya ada di kepala bisa menjadi sesuatu yang nyata dan dapat dibagikan kepada orang lain.
Lebih dari Sekadar Menulis: Manajemen Posting dan Orang
Akara Mind kemudian menjadi sebuah platform yang mewadahi karya dari para kontributornya. Setiap orang memiliki sudut pandang, cerita, dan cara berpikir yang berbeda. Kami mencoba memberikan ruang agar semua itu dapat diwujudkan melalui tulisan dan karya.
Namun, membangun Akara Mind ternyata memberikan saya pengalaman yang jauh lebih besar daripada sekadar menulis.
Dari komunitas kecil ini, saya belajar tentang manajemen posting, bagaimana mengatur dan menjaga konsistensi publikasi. Saya belajar tentang manajemen orang, bagaimana bekerja bersama dengan orang-orang yang memiliki karakter dan kesibukan yang berbeda. Saya juga mulai mempelajari desain, blogging, pengelolaan platform, serta berbagai hal kreatif dan teknis lainnya.
Banyak hal yang saya pelajari bukan melalui teori, melainkan langsung dari proses membangun dan menjalankannya.
Belajar dari Proses, Bukan dari Rencana Sempurna
Ada banyak hal yang kami lakukan sambil belajar. Tidak semuanya langsung berjalan dengan sempurna. Namun, justru dari proses tersebut saya memahami bahwa untuk membangun sesuatu, kita tidak selalu harus memiliki semuanya sejak awal.
Kadang, kita hanya perlu memulai dari sebuah ide.
Kemudian mengajak orang-orang yang tepat.
Belajar sambil berjalan.
Dan membiarkan proses membentuk perjalanan itu sendiri.
Bagi saya, Akara Mind adalah bukti dari hal tersebut.
Bukan Sekadar Komunitas Menulis
Sebuah komunitas yang awalnya berangkat dari keinginan saya untuk kembali aktif setelah pandemi, ketertarikan terhadap blogging, serta ajakan sederhana kepada beberapa teman untuk menulis bersama. Dari kelompok kecil tersebut, kami mencoba membangun sebuah ruang yang dapat mewadahi pikiran dan karya.
Akara Mind bukan hanya sebuah komunitas menulis.
Bagi saya, Akara Mind adalah salah satu tempat pertama di mana saya belajar membangun sesuatu bersama orang lain. Sebuah perjalanan yang mengajarkan saya tentang kreativitas, manajemen, kerja sama, dan keberanian untuk memulai.
Dan seperti makna dari namanya, Akara Mind akan selalu menjadi pengingat bagi saya bahwa sebuah pikiran dapat menemukan wujudnya, ketika kita berani untuk mulai mewujudkannya.