Waktu saya jadi SEO content writer lalu editor on-page, yang naik ranking jarang yang paling banyak keyword-nya. Yang naik biasanya yang cocok sama cara orang nyari, terus jawabannya gampang di-scan.
Di bawah ini kebiasaan on-page yang saya pegang sebelum publish, dan masih berguna sampai sekarang.
1. Satu Intent Utama per Halaman
Pilih satu pertanyaan utama yang harus dijawab halaman itu. Topik sampingan boleh nempel, asal drafnya nggak maksa ranking buat tiga intent yang saling nggak nyambung. Kalau title, H1, dan intro saling tabrak, yang kalah biasanya kejelasan.
2. Title dan H1 Harus Menjanjikan Hal yang Sama
Pembaca dan crawler sama-sama peka kalau janjinya beda. Title bilang "cara praktis", H1 malah melebar ke opini umum, bounce risk naik dan sinyal ranking jadi berisik. Samakan janji di layar pertama.
3. Heading Memetakan Perjalanan Baca
H2 sebaiknya kebaca kayak outline yang berguna. Orang yang cuma scroll di HP tetap paham alurnya. Itu bantu pembaca, dan bantu kamu nemu bagian yang masih tipis sebelum publish.
4. Internal Link yang Punya Alasan
Tautkan ke panduan terkait, halaman layanan, atau studi kasus kalau memang ngebantu pembaca selesaiin masalahnya. Jangan numpuk URL acak di bawah. Satu atau dua tautan yang pas sering lebih kuat dari daftar panjang yang nggak relevan.
5. Kembali Lagi Setelah Data Datang
Kerja on-page nggak selesai pas publish. Search Console dan tools ranking nunjukin query yang beneran narik traffic. Rapikan intro, tambah bagian yang kurang, atau segarkan contoh kalau halaman hampir naik tapi macet di situ.
Kebiasaan ini ikut kebawa pas saya pindah ke Local SEO. Halaman lokasi dan copy layanan tetap butuh disiplin yang sama: satu intent yang jelas, heading yang jujur, dan suntingan yang ikut data pencarian, bukan feeling doang.